Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI RESPONS KEADAAN DARURAT MELALUI INSTALASI PANIC BUTTON DI KAMAR ISOLASI NARAPIDANA BLOK D LAPAS KELAS IIA BOJONEGORO Nuril Huda Rahmawan; Rafli Pahlevi Putra; Meitisa Vanya Simanjuntak
Journal Central Publisher Vol 2 No 11 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i11.558

Abstract

Latar Belakang : Kecepatan respons dalam menangani situasi darurat di lembaga pemasyarakatan sangat menentukan keselamatan baik narapidana maupun petugas. Kamar isolasi narapidana di Blok D Lapas Kelas IIA Bojonegoro merupakan area dengan potensi risiko tinggi, seperti tindakan kekerasan, percobaan bunuh diri, atau gangguan kesehatan akut. Sayangnya, keterbatasan sistem pelaporan menyebabkan penanganan petugas kerap terlambat. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan darurat melalui pemasangan tombol darurat (panic button) di ruang isolasi. Metode : Metode yang diterapkan mencakup identifikasi masalah, kerja sama dengan pihak lapas, pembuatan alat, sosialisasi dan pelatihan penggunaan, serta evaluasi kinerja sistem. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil uji coba, alat ini mampu mempercepat waktu reaksi petugas hingga 60% dibandingkan sebelumnya. Narapidana juga merasa lebih aman karena dapat langsung meminta bantuan saat terjadi kondisi genting. Selain itu, alat ini mempermudah petugas dalam melakukan pemantauan secara berkala. Kesimpulan : Penggunaan panic button di kamar isolasi merupakan langkah inovatif yang dapat memperkuat sistem keamanan dan keselamatan di lapas, terutama di area yang rawan insiden mendadak.
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket A, B Dan C di Rutan Kelas IIB Prabumulih Purbalingga, Fadill Abdica; Meitisa Vanya Simanjuntak
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2070

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan yang memiliki latar belakang pendidikan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di Rutan Kelas IIB Prabumulih melalui PKBM Tunas Integritas sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kemandirian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berjalan cukup baik dengan relevansi terhadap kebutuhan dasar warga binaan, ketersediaan tenaga pengajar dan kurikulum yang sesuai, serta pelaksanaan pembelajaran sesuai jadwal. Kendati demikian, hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana, kompetensi tutor, serta motivasi belajar warga binaan masih ditemukan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kapasitas tutor, serta dukungan berkelanjutan agar pendidikan kesetaraan dapat lebih optimal mendukung reintegrasi sosial narapidana
Analisis Peran Wali Pemasyarakatan dalam Pemberian Penilaian SPPN (Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana) di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan Septa Erikson Ginting; Meitisa Vanya Simanjuntak
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 1 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i1.3082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wali pemasyarakatan dalam pemberian penilaian Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) di Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan. Latar belakang penelitian ini adalah kondisi overkapasitas di rutan yang menyebabkan adanya narapidana yang harus mengikuti program pembinaan, meskipun rutan bukan tempat utama untuk pembinaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan wawancara mendalam kepada 4 wali pemasyarakatan dan 6 narapidana sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wali pemasyarakatan terbagi menjadi tiga fungsi utama, yaitu fasilitator, komunikator, dan motivator dalam proses pembinaan narapidana. Namun, pelaksanaan penilaian SPPN di rutan ini menghadapi beberapa kendala, terutama kurangnya jumlah tenaga ahli dan terbatasnya sarana pendukung. Kesimpulannya, meskipun SPPN telah diterapkan sesuai regulasi, terdapat hambatan signifikan yang mempengaruhi efektivitas penilaian, sehingga perlu adanya peningkatan jumlah petugas terlatih serta fasilitas yang memadai untuk mendukung proses pembinaan narapidana di rutan.