Latar belakang: Perilaku seksual pranikah pada remaja terus meningkat, menyebabkan konsekuensi serius seperti kehamilan remaja, aborsi yang tidak aman, dan peningkatan infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Pemerintah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui penyediaan alat kontrasepsi, namun kebijakan ini masih diperdebatkan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan scooping review yang dilakukan sesuai dengan framework dari Arksey dan O’Malley yang terdiri dari 5 langkah. Hasil: Dari tinjauan 10 artikel terdiri dari 3 kualitatif, 4 kuantitatif, dan 3 campuran. Ditemukan bahwa pengetahuan remaja mengenai kontrasepsi bervariasi, dengan banyak yang hanya mengetahui metode. Sikap positif terhadap kontrasepsi sebagian besar ada, namun masih terdapat hambatan yang signifikan, termasuk stigma sosial dan akses informasi yang terbatas. Simpulan: Banyak remaja masih kurang memahami berbagai aspek kontrasepsi. Edukasi yang lebih baik dan pengurangan stigma sosial diperlukan untuk mendorong penggunaan kontrasepsi yang lebih luas dan aman di kalangan remaja.
Copyrights © 2025