Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi Qur’anic-Based Cognitive Therapy (QCT) sebagai pendekatan konseling Islami kontemporer yang mengintegrasikan nilai-nilai wahyu ke dalam teknik restrukturisasi kognitif. Berbeda dari pendekatan kuantitatif sebelumnya, artikel ini menggunakan metode literature review reflektif-kritis dengan fokus pada relevansi kultural QCT dalam konteks masyarakat Jawa modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun QCT memiliki kekuatan teoretis dan spiritual yang berbasis ayat Al-Qur’an, penerapannya masih minim mempertimbangkan sistem makna lokal. Budaya Jawa yang menjunjung nilai-nilai seperti nrimo, eling, dan harmoni batin memerlukan pendekatan terapi yang tidak hanya Islami dalam kontennya, tetapi juga kontekstual dalam penyampaiannya. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model QCT yang adaptif budaya dan menyatukan aspek spiritual, kognitif, dan simbolik masyarakat lokal, serta menyerukan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan konseling Islami berbasis budaya.
Copyrights © 2023