Latar Belakang: Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih menjadi masalah serius yang memerlukan intervensi komprehensif. Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sebagai garda terdepan di tingkat kalurahan memiliki peran strategis dalam pemulihan korban, namun mekanisme kerjanya belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran relawan SAPA dalam pemulihan kesehatan mental korban kekerasan perempuan dan anak di Kalurahan Pendowoharjo, Sleman. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan relawan SAPA, pemerintah desa, dan dinas terkait, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil: Relawan SAPA menjalankan tiga peran kunci: (1) Peran aktif melalui pendekatan personal dan konseling informal yang membangun kepercayaan korban; (2) Peran partisipatif dengan berkolaborasi bersama tokoh masyarakat dan lembaga eksternal; serta (3) Peran pasif berupa penjagaan kerahasiaan korban dan dokumentasi evaluasi. Ketiga peran ini menjadikan relawan SAPA sebagai penghubung utama dalam sistem koordinasi antara pemerintah desa dan dinas terkait. Kesimpulan: Pendekatan kolaboratif berbasis komunitas lokal yang dijalankan relawan SAPA terbukti efektif mempercepat pemulihan kesehatan mental korban kekerasan. Implikasi: Pemerintah desa perlu memperkuat jejaring pencegahan dini dengan sekolah, sementara dinas terkait harus meningkatkan pelatihan psikososial bagi relawan. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur efektivitas intervensi serta melakukan kajian komparatif antarkalurahan dengan karakteristik sosial budaya berbeda
Copyrights © 2025