Pelayanan pastoral konseling bertujuan untuk membantu konseli dalam memahami permasalahan yang dihadapi serta mencapai pemulihan melalui komunikasi yang efektif. Salah satu bentuk komunikasi yang efektif dalam pelayanan pastoral adalah komunikasi persuasif, yang bertujuan untuk mengubah pandangan, sikap, dan keyakinan konseli. Penelitian ini mengkaji penggunaan komunikasi persuasif oleh Yesus kepada perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42, dengan fokus pada teknik-teknik komunikasi yang digunakan untuk membimbing perempuan tersebut menuju pemahaman dan pemulihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan tiga teknik utama dalam komunikasi persuasif: teknik integrasi (empati), teknik ganjaran, dan teknik tataan. Melalui teknik ini, Yesus berhasil mengatasi hambatan sosial, psikologis, dan spiritual yang dialami perempuan Samaria, sehingga mengarah pada perubahan positif dalam sikap, pandangan, dan keyakinannya. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang aplikasi komunikasi persuasif dalam pelayanan pastoral kontemporer, di mana teknik komunikasi yang tepat dapat membantu konseli dalam menghadapi permasalahan pribadi dan memperbaiki relasi mereka dengan Tuhan.
Copyrights © 2025