Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adaah bagaimana implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila tema kearifan lokal untuk meningkatkan karakter mandiri dan gotong – royong di SD Negeri 2 Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasi projek tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalu tes, wawancara dan observasi, di temukan bahwa menigkatkan karakter mandiri dan gotong – royong pada siswa kelas 2 SD Negeri 2 Padang Kab Grobogan adalah cukup, yang berarti bahwa sebagian besar dari beberapa siswa yang sudah mengenal dan memahami apa itu gotong – royong dalam piket sekolah, kerja kelompok, tetapi masih memerlukan dukungan dan bantuan dalam mengerjakan piket sekolah atau kerja kelompok, meningkatkan kerjasama siswa, meningkatkan hubungan sosial siswa, meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya kesadaran akan pentingnya kearifan lokal dan karakter mandiri, motivasi belajar yang rendah, kurangnya kerjasama dan kesadaran sosial, serta kurangnya dukungan dari orang tua dan guru merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa SD Negeri 2 Padang. Oleh karena itu sekolah dan orang tua harus meningkatkan dukungan terhadap pengembangan karakter siswa melalui kegiatan yang mempromosikan kearifan lokal, karakter mandiri dan gotong – royong di sekolahan Hal ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum, mengembangkan program pengembangan karakter mandiri dan meningkatkan kegiatan gotong – royong di sekolah. Berdasarkan hasil penenlitian disarankan bahwa sekolah harus mengintegrasi nilai – nilai kearifan lokal dalam kurikulum dan kegiatan guru perlu mengembangkan metode pembelajaran inovatif untuk mengejarakan kearifan lokal dan karakter gotong – royong, serta siswa harus aktif dalam mengembangkan karakter gotong – royong melalui kegiatan pembelajaran dan kegiatan sehari – hari.
Copyrights © 2025