Aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan masih marak terjadi di wilayah pesisir, termasuk Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran. Rendahnya pengetahuan nelayan terhadap prinsip alat tangkap berkelanjutan menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ekosistem laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nelayan mengenai alat tangkap ramah lingkungan berdasarkan kriteria CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries). Metode yang digunakan berupa survei pre-test dan post-test dengan teknik accidental sampling terhadap 50 orang nelayan pengguna gillnet dan purse seine mini. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan belum memahami prinsip selektivitas, ukuran mata jaring, dan dampak bycatch. Setelah diberikan penyuluhan singkat, terjadi peningkatan signifikan pada tujuh dari sembilan indikator pemahaman berdasarkan uji McNemar (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi langsung yang berbasis lokal dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis nelayan. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju perikanan berkelanjutan yang partisipatif dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Copyrights © 2025