Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KERAGAMAN BENTUK KAPAL PENANGKAP IKAN YANG BERBASIS DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG (The Diversity of Fishing Vessels Shape in Brondong Fisheries Port Area) Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra; Yopi Novita; Budhi Hascaryo Iskandar
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.4.235-242

Abstract

Program bantuan kapal penangkap ikan yang diberikan oleh pemerintah kepada nelayan memiliki banyak kendala sehingga banyak kapal bantuan tersebut tidak digunakan secara optimal. Salah satu faktor kapal tersebut tidak digunakan adalah tidak sesuainya antara bentuk kapal dengan karakteristik dan kebiasaan nelayan setempat, seperti yang terjadi di daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Oleh karena itu, perlu dilakukannya kajian terlebih dahulu untuk mengetahui keragaman bentuk kapal penangkap ikan di daerah tersebut. Kajian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan jumlah keragaman bentuk kapal penangkap ikan di daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Data parameter bentuk kapal yang dibutuhkan adalah bentuk linggi haluan, linggi buritan, bentuk penampang membujur kasko, bentuk midship dan jenis kemudi. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode survei dan dikelompokkan dengan menggunakan metode hierarchical clustering. Hasil kajian menghasilkan dua kelompok bentuk kapal tradisional yang berbeda satu sama lain. Kelompok pertama beranggotakan kapal yang menggunakan linggi haluan berbentuk spoon bow, linggi buritan yang berbentuk elliptical stern dan kasko kapal dengan penampang membujur berbentuk double pointed. Kelompok kedua beranggotakan kapal yang menggunakan linggi haluan berbentuk raked bow, linggi buritan berbentuk transom dan kasko kapal dengan penampang membujur berbentuk transom. Fishing vessel assistance program provided by the government has a lot of obstacles, causing many ships are not being used optimally by fishermen. The incompativility between the forms of the ships with the characteristics and habits of local fishermen, such as in the Brondong Fisheries Port area. Therefore, a study to determine the diversity forms of fishing vessels in the area needs to be done. The purpose of this study was to identify and determine the diversity forms of fishing vessels in the Brondong Fisheries Port area. The required vessel shape parameter data is the shape of bow, stern, steering type, cross section and midship of hull. The data is collected using survey methods and grouped by hierarchical clustering method. The results showed that there were two traditinoal ship design groups. The first group consists of ships that have a spoon-shaped bow, elliptical stern and a double pointed cross hull. The second group consists ships that have raked bow, transom stern and transom hull.
Diseminasi teknologi penambahan suplemen pakan pada ikan gurami (Osphronemus gouramy) untuk peningkatan kesejahteraan petani ikan Roffi Grandiosa; Rosidah Rosidah; Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.13861

Abstract

Pendampingan Konsultasi Perencanaan Pembangunan Komplek Peternakan Terpadu di Desa Cibanten Pangandaran sebagai Upaya Pencegahan Stunting Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Yuniarti, Endah; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i1.53225

Abstract

Program ini mengkaji implementasi dan potensi dampak dari pembangunan komplek peternakan terpadu di Desa Cibanten, Pangandaran, sebagai strategi untuk pencegahan stunting, sebuah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Melalui pendekatan analitis yang menggabungkan analisis SWOT dan Balanced scorecard, studi ini mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait dengan inisiatif ini, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan keamanan pangan dan status gizi di komunitas. Program ini menyoroti bagaimana keanekaragaman hayati lokal dan pengetahuan tradisional, ketika dikombinasikan dengan praktik pertanian berkelanjutan dan teknologi modern, dapat membentuk dasar untuk peningkatan produksi pangan dan diversifikasi diet yang pada akhirnya dapat mencegah stunting. Hasil program menunjukkan bahwa pembangunan peternakan terpadu dapat memberikan dampak positif terhadap keamanan pangan dan gizi komunitas, sekaligus menawarkan manfaat sosial ekonomi melalui peningkatan kesejahteraan petani dan penciptaan peluang kerja. Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemerintah lokal, pembuat kebijakan, dan organisasi pembangunan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pencegahan stunting yang komprehensif dan berkelanjutan. Temuan ini mengusulkan bahwa pendekatan holistik dan berbasis masyarakat merupakan kunci untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia, dengan memberikan model yang dapat direplikasi untuk intervensi serupa di wilayah lain.
Pendampingan Kelompok Peternak Sadar Wisata terkait Pengembangan Daerah Wisata Curug Ciparakan sesuai Standar Keselamatan Nurhamsyah, Donny; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Yuniarti, Endah
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i1.53224

Abstract

Pendampingan kelompok peternak sadar wisata di Curug Ciparakan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan standar keselamatan pada kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan. Kelompok peternak berperan sebagai pengelola, mendapatkan pelatihan pertolongan pertama, dan membantu dalam pengembangan branding dan promosi wisata. Pendampingan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan para pengelola wisata, menciptakan lingkungan yang aman, dan potensi menghasilkan peningkatan kunjungan wisatawan. Prosedur evakuasi darurat, pelatihan pertolongan pertama, pengembangan sistem peringatan, dan pengadaan peralatan keselamatan menjadi fokus pendampingan. Penerapan SOP keselamatan dan integrasi dengan instansi terkait membantu menciptakan lingkungan wisata yang terkelola dengan baik. Kolaborasi dengan institusi pendidikan, dinas terkait dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi hal yang harus dilakukan untuk membuka peluang pengembangan pelayanan inovatif dan meningkatkan pengetahuan keselamatan wisatawan. Pada pendampingan ini dilakukan simulasi, penggunaan teknologi, dan pemanfaatan alat-alat di sekitar lokasi wisata yang dapat digunakan untuk memberikan pertolongan pertama jika terdapat wisatawan yang mengalami kecelakaan. Kesimpulannya bahwa pendampingan ini bukan hanya meningkatkan kewaspadaan kepada pengelola, tetapi juga menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat setempat.Kata Kunci: Pelatihan Pertolongan Pertama, Wisata, Kelompok Peternak Sadar Wisata, Curug Ciparakan, Pangandaran
Introduksi Rancangan Rantai Pasok Daging Domba Sebagai Upaya Peningkatan Konsumsi Protein Hewani dalam Rangka Penurunan Stunting Yuniarti, Endah; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.902

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang berkaitan dengan tumbuh kembang balita yang masih mengintai di Indosesia. Stunting mengancam Kesehatan balita tidak hanya pada tumbuh kembangnya saja, melainkan juga Kesehatan di masa depan. Beragam penyakit degeratif dapat mengancam kesehatan orang dewasa dengan Riwayat stunting yang tidak tertangani. Kejadian stunting di Indonesia masih termasuk tinggi. Penurunan angka stunting memerlukan peran dari berbagai stakeholder, salah satunya peran peternak dalam meningkatkan produktivitas ternak. Produktivitas ternak ini harus diikuti dengan penerapan manajemen rantai pasok daging domba yang efektif dan efisien. Harapannya rantai pasok tersebut dapat mempermudah akses konsumen untuk mendapatkan bahan pangan sumber protein hewani. Program pengabdian masyarakat ini merupakan program introduksi rancangan rantai pasok daging domba di kelompok peternak Desa Cibanten, Cijulang, Pangandaran. Program ini diharapkan mampu membuka wawasan para anggota kelompok peternak dan menjadi mediasi peningkatan stok serta konsumsi daging domba di level konsumen akhir. Stunting is a problem related to the growth and development of toddlers that still lurks in Indonesia. Stunting threatens the health of toddlers not only in terms of their growth and development but also their health in the future. Various degenerative diseases can threaten the health of adults with a history of untreated stunting. The incidence of stunting in Indonesia is still high. Reducing stunting rates requires the role of various stakeholders, one of which is the role of breeders in increasing livestock productivity. This livestock productivity must be followed by the implementation of effective and efficient sheep meat supply chain management. The hope is that this supply chain can facilitate consumer access to obtain food sources of animal protein. This community service program is an introduction program for the lamb meat supply chain design in the farmer group of Cibanten Village, Cijulang, Pangandaran. It is hoped that this program will be able to broaden the insight of members of livestock groups and mediate an increase in stock and consumption of sheep meat at the final consumer level.
PRELIMINARY SLOPE MAPPING IN CINTARATU VILLAGE, PANGANDARAN, WEST JAVA Hermanto, Bambang; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Khoirullah, Nur
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 4, No 1 (2020): Journal of Geological Science and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v4i1.29122

Abstract

The shape of a landscape is the result of geological processes in the past as well as human processes at this time. Slope mapping is one way of identifying hazards based on current landforms. Cintaratu Village area is an area that has a unique landscape condition because it has a lot of clastic limestone as a result of the karstification process millions of years ago and is currently experiencing significant developments in infrastructure development. This study aims to see the state of the slope around Cintaratu Village. This research uses a qualitative method that will be described as descriptively. Based on the results, several areas have very steep slopes form by clastic limestones and soils. The mean slope varies from 30° to 90° with a height of up to 30 m.
Penyuluhan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Hasil Sampingan Ikan untuk Penanganan Stunting di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60351

Abstract

Diversifikasi pangan lokal memiliki peran penting dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. Beberapa masalah yang ditemukan adalah rendahnya variasi makanan yang tersedia dalam penanganan stunting. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu tentang pemanfaatan hasil sampingan produk perikanan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode partisipatif diterapkan melalui diskusi interaktif dalam penyampaian materi. Materi yang diberikan mencakup pengertian dari stunting, manfaat diversifikasi pangan lokal terhadap penanganan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memberikan partisipasi yang aktif dan diiringi dengan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara nilai pre-test dan post-test dengan p-value sebesar 0.00071 (p < 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader posyandu untuk memanfaatkan potensi pangan lokal dalam meningkatkan varian menu Pemberian PMT.
Persepsi Kader Posyandu dalam Pemanfaatan By-product Ayam sebagai Inovasi Nutrisi MP-ASI untuk Pencegahan Stunting di Pangandaran Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Nurhamsyah, Donny
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60370

Abstract

Pemanfaatan by-product ayam sebagai bahan tambahan dalam makanan pendamping ASI (MP-ASI) menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang tidak hanya mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan imunitas anak. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi yang berkelanjutan saat MPASI, sehingga diperlukan intervensi gizi yang optimal, bernutrisi dan beragam. Sosialisasi melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kader Posyandu terhadap pemanfaatan by-product ayam, meliputi kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam, sebagai salah satu sumber nutrisi MP-ASI. Sosialisasi dilaksanakan kepada 18 kader Posyandu di Desa Batukaras, Pangandaran. Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mencakup kandungan nutrisi dari by-product ayam dan manfaatnya jika dikonsumsi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan by-product ayam seperti pembuatan minyak dari kulit ayam, abon hati ayam, dan kaldu tulang ayam. Sesi diakhiri dengan diskusi interaktif dan pengisian post-test untuk mengukur perubahan persepsi kader setelah kegiatan sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerimaan kader terhadap pemanfaatan by-product ayam dalam MP-ASI. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, terutama dalam persepsi tentang manfaat kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam sebagai sumber gizi yang berpotensi mencegah stunting. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya diversifikasi sumber nutrisi lokal melalui pemanfaatan by-product ayam yang ekonomis dan bernutrisi tinggi. Edukasi lanjutan dan penyebarluasan informasi mengenai pemanfaatan by-product ayam diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat. 
Evaluasi Dampak Program Pendampingan Diversifikasi Diet Berbasis Produk Sampingan Ayam dalam Pencegahan Stunting di Desa Batukaras, Kab. Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.59457

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak akibat malnutrisi kronis. Penanggulangan stunting memerlukan intervensi gizi yang inovatif, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan masyarakat selama satu bulan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunitas dalam memanfaatkan produk sampingan ayam (seperti hati dan kulit ayam) sebagai bagian dari diversifikasi makanan untuk pencegahan stunting. Program ini dilaksanakan di Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran, dengan melibatkan 18 kader PKK sebagai peserta. Dampak program dinilai menggunakan survei pra- dan pasca- pelaksanaan pendampingan yang mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan intensi perilaku terkait penggunaan produk sampingan ayam. Analisis statistik dilakukan dengan t-test berpasangan. Peningkatan signifikan diamati dalam pengetahuan tentang manfaat gizi produk sampingan ayam. Terutama, kesadaran tentang nilai gizi minyak kulit ayam menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0.05). Meskipun tidak signifikan, skor kekhawatiran terhadap keamanan produk sampingan ayam menurun pasca-intervensi, menunjukkan berkurangnya kekhawatiran responden dalam mengintegrasikan produk seperti hati dan kulit ayam ke dalam makanan anak dan bayi. Perubahan sikap terhadap penggunaan produk sampingan ayam secara moderat positif tetapi tidak berubah menjadi intensi perubahan perilaku yang substansial.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pembuatan Mie Berbahan Dasar Tepung Ikan Sebagai Menu Pangan Bergizi di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61288

Abstract

Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berbasis protein hewani yang mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi memiliki potensi besar dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan, salah satunya melalui inovasi mie berbahan dasar tepung ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu dalam pengolahan tepung ikan serta pembuatan mie ikan sebagai alternatif pangan bergizi. Pelatihan dilaksanakan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berbasis skala Likert serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta, terutama dalam aspek manfaat gizi, keamanan penggunaan tepung ikan, serta teknik pembuatan mie ikan. Dengan meningkatnya keterampilan kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal, program ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan berbasis ikan serta memberikan solusi bagi peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.