Bunga telang, yang secara ilmiah dikenal dengan nama Clitoria ternatea L., telah digunakan dalam pengobatan herbal sejak zaman dahulu. Bunga-bunga ini memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan, terutama karena metabolit sekundernya. Kandungan metabolit sekunder bunga telang antara lain antosianin, fenolat, flavonoid, asam caffeic, rutin, quercetin, asam galat, dan asam kuinat. Diantaranya, antosianin berperan penting sebagai antioksidan, sedangkan asam kafeat, asam kuinat, dan kuersetin berfungsi sebagai agen anti ultraviolet (UV). Review artikel ini dilakukan dengan mencari pustaka dengan menggunakan kata kunci ‘butterfly pea flower or Clitoria ternatea and antioxidant', ‘Clitoria ternatea as anti UV’, dan ‘Manfaat Clitoria ternatea sebagai anti UV dan SPF’. Sumber yang diperoleh adalah jurnal nasional dan internasional, dengan kriteria inklusi jurnal yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Antosianin bertindak sebagai antioksidan melalui proses donor atom hidrogen (HAT) dan transfer elektron tunggal (SET), mengurangi radikal bebas dan stres oksidatif. Metabolit sekunder fenolik yang dapat berperan sebagai tabir surya alami dengan adanya gugus kromofor (ikatan rangkap tunggal terkonjugasi) pada zat fenolik, khususnya flavonoid, dapat menyerap sinar UVA dan UVB sehingga menurunkan intensitasnya pada kulit. Aktivitas antioksidan senyawa tersebut bervariasi, mulai dari kuat, sedang, hingga rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sedang hingga rendah lebih sering diamati dibandingkan aktivitas antioksidan kuat
Copyrights © 2024