cover
Contact Name
Raden Bayu Indradi
Contact Email
bayu.indradi@unpad.ac.id
Phone
+628526539350
Journal Mail Official
ijbp@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Biological Pharmacy
ISSN : 28075277     EISSN : 28074173     DOI : https://doi.org/10.24198/ijbp.v1i2.37398
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Jurnal Biologi Farmasi Indonesia) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam bidang Biologi Farmasi. IJBP dimaksudkan untuk menampilkan artikel penelitian berkualitas dalam bidang Biologi Farmasi untuk menjadi panduan ilmiah dalam bidang yang berkaitan dengan Biologi Farmasi. Jurnal ini adalah jurnal peer-review dan menerbitkan artikel penelitian orisinal tentang semua aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini juga merupakan media publikasi pertemuan dan berita yang berkaitan dengan kemajuan dalam bidang Biologi Farmasi di berbagai daerah. Jurnal menerbitkan artikel dalam kategori penelitian orisinal maupun ulasan (review). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli.
Articles 67 Documents
Artikel Ulasan: Kajian Aktivitas Anti-hiperlipidemia Beberapa Tanaman yang Digunakan Masyarakat Jawa Barat Berdasarkan Pengetahuan Lokal (Indigenous Knowledge) Rahmayanti, Annisa N.; Febrianti, Raden M.; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.15 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.34969

Abstract

Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu penumpukan kolesterol pada pembuluh darah yang disebabkan oleh kondisi hiperlipidemia. Tingginya angka kejadian penyakit jantung coroner di Indonesia mengharuskan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada akan tingginya kadar kolesterol. Masyarakat lokal pada daerah pedalaman cenderung memilih pengobatan tradisional dibandingkan obat kimia karena mereka lebih paham mengenai penggunaan tanaman obat serta bahan-bahannya yang lebih terjangkau dan tidak membutuhkan biaya besar, tidak seperti obat kimia. Artikel ini dibuat untuk sebagai inventarisasi informasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) masyarakat Jawa Barat mengenai tanaman obat yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia. Beberapa tanaman tersebut adalah Moringa oleifera, Muntingia calabura, dan Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha. Sebagian besar komponen senyawa bioaktif dengan aktivitas anti-kolesterol yang terkandung dalam tumbuhan tersebut diantaranya adalah flavonoid, saponin, tannin, dan vitamin C serta B3.
Berbagai Aktivitas Farmakologi Tanaman Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Sartika, Santi; Indradi, Raden Bayu
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.242 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37531

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) dikenal juga dengan sebutan daun wungu atau daun punding hitam. Daun ungu adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Tanaman ini dimanfaatkan secara empiris sebagai obat antiinflamasi, pencahar, ambeien, bisul dan penyakit kulit. Kandungan senyawa yang terdapat dalam Graptophyllum pictum atau daun ungu diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan glikosida. Review artikel ini ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai berbagai macam aktivitas farmakologi daun ungu yang telah diteliti. Metode yang digunakan yaitu dengan studi literatur dan mengumpulkan jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris melalui pencarian dari Google scholar. Didapatkan 55 jurnal dan 18 jurnal termasuk ke dalam kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh yaitu tanaman daun ungu memiliki berbagai aktivitas farmakologi diantaranya yaitu antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, analgesik, photoprotective, imunomodulator, nefroprotektif, antihemoroid, dan antibakteri.Kata kunci: Daun ungu, Graptophyllum pictum, aktivitas farmakologi.
Aktivitas Ekstrak Akar Bixa orellana L. terhadap Isolat Klinis Escherichia coli Resisten Rostinawati, Tina; Wicaksono, Imam Adi; Amalia, Nisa Ayu
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.718 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.34987

Abstract

Resistensi antibiotik telah menjadi permasalahan klinis yang utama terhadap kualitas hidup pasien infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Perlu dilakukan pengujian zat aktif yang berasal dari bahan alam terhadap bakteri resisten tersebut. Ekstrak akar Bixa orella L. diketahui memiliki aktivitas terhadap E. coli yang sensitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas akar Bixa orellana L. terhadap isolat klinis E. coli resisten. Metode yang digunakan adalah difusi agar dengan kertas cakram untuk uji aktivitas antibakteri dan metode pengenceran padat untuk penentuan KHM dan KBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar kesumba keling (Bixa orellana L.) memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 40%, 30%, 20%, dan 10% dengan nilai KHM 1450 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 2970 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai KBM 1480 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 3000 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai kesetaraan aktivitas antibakteri gentamisin terhadap ekstrak etanol Bixa orella L. keling untuk E. coli resisten isolat klinis pasien 1 dan isolat klinis pasien 2 masing-masing sebesar 1 : 1,341x103 dan 1 : 1,254x103 .
Kultur Jaringan Tanaman dalam Produksi Senyawa Antikanker: Artikel Ulasan Maisyarah, Intan Timur; Silvia, Nurfianti
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.401 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37553

Abstract

Plant tissue culture is one of the main methods to supply the demand of anticancer drug derived from plants. Global demand for anticancer drugs from plants is very high, due to cancer is one of the main diseases that has the highest mortality rate in the world. This review article was written with the aim to summarize the latest developments plant tissue culture techniques to produce secondary metabolites with anticancer activity in the last 10 years. The method used to write this article is a literature review on the PubMed and Google Scholar database. The result showed that plant tissue culture techniques can increase the production of anticancer compounds derived from plants, especially through optimization of growth media, elicitation, and precursor feeding.
Aktivitas Antivirus Ekstrak dan Fraksi Daun Miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) terhadap Enzim Neuraminidase H5N1 dengan Metode Munana Assay Saraswati, Nurmalia; Moektiwardoyo, Moelyono; Barliana, Melisa I.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.578 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.35161

Abstract

Virus influenza A (H5N1) merupakan wabah utama yang berpotensi menyebabkan epidemik di seluruh dunia. Telah ditemukan banyaknya kasus resistensi terhadap obat antivirus influenza A sehingga penggunaannya mulai dibatasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melakukan pengembangan obat baru yang lebih efektif dan aman untuk melawan virus influenza A. Tanaman herbal menjadi salah satu sumber pengembangan obat antivirus baru. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas antivirus dari ekstrak dan fraksi ekstrak daun miana (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br) melalui penentuan IC50 terhadap enzim neuraminidase menggunakan metode MUNANA Assay. Konsentrasi optimal enzim neuraminidase yang digunakan adalah 1,25 U/mL. Validasi metode dilakukan melalui penentuan IC50 dari inhibitor DANA terhadap enzim neuraminidase yaitu sebesar 15,72 µg/mL. Hasil pengujian aktivitas inhibisi enzim neuraminidase oleh ekstrak etanol, fraksi etil asetat, fraksi n-heksan dan fraksi air daun miana secara berturut-turut adalah 339,1 µg/mL; 125,6 µg/mL, 355,4 µg/mL  dan 288,5 µg/mL. Dari seluruh sampel yang diuji, fraksi etil asetat memiliki aktivitas potensial penghambatan yang paling baik.
Uji Efektivitas Ekstrak Turbinaria ornata Dalam Sediaan Hidrogel Dikombinasikan Dengan Human Epidermal Growth Factor (hEGF) Firdaus, Muhammad Fahd; Apriali, Kirka Dwi; Rahmawati, Adira; Afinasari, Auliya; Aulia, Safira; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.57 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37398

Abstract

Luka bakar merupakan kondisi dimana suatu jaringan rusak atau hilang akibat kontak kulit dengan panas.Turbinaria ornata mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sebagai penutup luka serta antimikroba yaitu Neophytadiene dan 4,8,12,16-Octadecatetraen-1-ol,4,9,13,17-tetramethyl. Dalam hidrogel ini diformulasikan ekstrak dengan kombinasi hEGF sebagai faktor pertumbuhan yang sangat berpotensi dalam proses penyembuhan luka.Tujuan dari riset ini yaitu memperluas pemanfaatan ekstrak T. ornata untuk pengobatan jenis luka lain yaitu luka bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset empirik. Dalam satu formula sediaan ini, terdapat ekstrak kental turbinaria dengan kadar 200mg/10ml. Penelitian ini menghasilkan sediaan hidrogel kombinasi ekstrak T. ornata  dengan hEGF yang baik karena homogen dan memiliki pH menyerupai pH kulit yaitu 6.
Aktivitas Antibakteri Produk Polen Lebah terhadap Salmonella typhi NCTC786 BCC712 Milanda, Tiana; Sjafril, Astri K.; Sulistiyaningsih, Sulistiyaningsih
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.091 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.35162

Abstract

Polen lebahmerupakan serbuk sari bunga atau bagian tumbuhan lainnya yang  dikumpulkan oleh lebah madu pejantan dari berbagai tumbuhan. Produk ini diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi, diantaranya sebagai antimikroba terhadap beberapa bakteri Gram positif, Gram negatif dan jamur. Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai aktivitas antibakteri polen lebah terhadap Salmonella typhi, penyebab demam tifoid pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri beberapa produk polen lebah dari Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia terhadap S. typhi NCTC786 BCC712. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pengujian aktivitas antibakteri produk polen lebah, penentuan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) produk polen lebah teraktif dan penentuan nilai banding aktivitas antibakterinya  terhadap kloramfenikol.Hasil penelitian menunjukkan ketiga produk mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. typhi NCTC786 BCC712, dengan aktivitas terbesar ditunjukkan oleh produk ketiga. KHTMdan KBM dari produk polen lebah terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 masing-masing sebesar 137,5 mg/mL dan140 mg/mL.Nilai banding aktivitas antibakteri produk tersebut terhadap  dengan kloramfenikol sebesar 1 : 0,0562. Hal ini menunjukkan aktivitas antibakteri produk polen lebah ketiga terhadap S. typhi NCTC786 BCC712 lebih lemah dibanding kloramfenikol.
Potensi Tumbuhan Genus Phyllanthus sebagai Imunomodulator dan Antiinflamasi Oktarina, Dewi Ria; Susilawati, Yasmiwar; Halimah, Eli
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7768.792 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37027

Abstract

Sistem kekebalan adalah sistem pertahanan tubuh, yang bertujuan untuk mengenali dan merespons dari berbagai macam patogen atau cedera untuk melindungi tubuh. Sistem imun dapat mengalami ketidakseimbangan yang berdampak pada inflamasi yang tidak terkontrol dan menyebabkan berbagai penyakit. Dalam mengatasinya diperlukan imunomodulator dan antiinflamasi. Tumbuhan yang memiliki efek imunomodulator dan antiinflamasi yaitu tumbuhan meniran (genus Phyllanthus). Diketahui tumbuhan yang masih satu genus dengan meniran yang memiliki kemiripan kandungan kimia. Kesamaan kandungan kimia dari masing-masing tumbuhan genus Phyllanthus berkemungkinan memiliki efek dan potensi aktivitas yang sama. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk menelusuri potensi aktivitas imunomodulator dan antiinflamasi tumbuhan genus Phyllanthus. Pencarian sumber dilakukan secara elektronik melalui situs PubMed. Berdasarkan hasil penelusuran didapatkan 43 artikel yang memenuhi kriteria penulisan. Senyawa tumbuhan genus Phyllanthus seperti: filtetralin, filantin, etil 8-hidroksi-8-metil-tridekanoat, 1,7,8-trihidroksi-2-naftaldehida, corilagin, geranin, tanin, kuersetin, rutin, dan asam galat berpotensi sebagai imunomodulator dengan cara mengatur respon imun humoral dan respon imun seluler. Senyawa tumbuhan genus Phyllanthus seperti: asam galat, filantin, hipofilantin, fisetin, katekin, corilagin, geranin, urolitin A, dan englerin A, telah terbukti berpotensi sebagai  antiinflamasi dengan cara mengatur regulasi sitokin, enzim, dan protein inflamasi, serta menargetkan jalur persinyalan inflamasi.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Hanggasa (Amomum dealbatum Roxb.) Terhadap Escherichia coli dan Bacillus cereus Kusuma, Arif S.W.; Nurmalinda, Sarah; Ramadhania, Zelika M.; Indradi, Raden B.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.97 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.35164

Abstract

Masyarakat daerah Pangandaran, Jawa Barat secara turun-temurun memanfaatkan buah hanggasa (Amomum dealbatum Roxb.) sebagai obat diare, yang umumnya diketahui disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli dan Bacillus cereus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, menentukan rentang nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) serta nilai banding aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah hanggasa dengan antibiotik kloramfenikol terhadap E. coli ATCC 11229 dan B. cereus ATCC 11778. Penelitian ini dilakukan melalui tahap determinasi tumbuhan dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, penapisan fitokimia, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak menggunakan metode difusi agar teknik cakram kertas, penentuan rentang KHTM dan KBM ekstrak dengan metode mikrodilusi dan penentuan nilai banding aktivitas antibakteri ekstrak dengan antibiotik kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah hanggasa (A. dealbatum Roxb.) memberikan zona hambat pada B. cereus namun tidak pada E. coli di semua konsentrasi. Hasil penentuan nilai rentang KHTM ekstrak etanol buah hanggasa untuk B. cereus ATCC 11778 sebesar 1,25%-2,5% (b/v) dan nilai KBM sebesar 2,5% (b/v). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah hanggasa memberikan aktivitas antibakteri pada B. cereus namun tidak pada E. coli.
Tinjauan Pustaka : Aktivitas Antioksidan In Vitro dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Azzahra, Nabila Putri; Indradi, Raden Bayu
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.977 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37404

Abstract

AbstrakAntioksidan sebagai suatu zat yang pada konsentrasi rendah dapat menghambat proses stres oksidatif dari suatu subsrat yang dapat menetralkan efek reactive oxygen species (ROS) sehingga dapat mencegah berbagai penyakit. Jumlah antioksidan pada keadaan fisiologis normal seringkali tidak mencukupi untuk dapat menangkal radikal bebas, maka dari itu dibutuhkan tambahan asupan antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Telah banyak penelitian yang menunjukan aktivitas antioksidan dari kulit buah manggis menggunakan berbagai metode, sehingga tujuan dari review ini adalah untuk merangkum informasi dari penelitian-penelitian terkait yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi tinjauan pustaka (literauture review) dengan mencari kata kunci seperti antioksidan, Garcinia mangostana, metode in vitro dan lain-lain pada sumber basis data yaitu Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Dari hasil tinjauan pustaka tersebut diperoleh berbagai senyawa bioaktif kulit buah manggis yang dievaluasi melalui berbagai metode pengujian in vitro serta beberapa faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan kulit buah manggis.