Penelitian ini mengkaji pentingnya penerapan pendidikan berdasarkan nilai-nilai humanisme dan profetik sebagai respons terhadap krisis moral, spiritual, dan sosial di masyarakat modern. Fenomena dehumanisasi yang muncul akibat dominasi aspek kognitif dalam pendidikan konvensional menuntut pendekatan lebih holistik yang mengembangkan dimensi kemanusiaan peserta didik. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menggali konsep-konsep humanisasi dan profetik dari berbagai referensi akademik. Kuntowijoyo memperkenalkan pendidikan profetik dengan tiga pilar utama: humanisasi, liberasi, dan transendensi, sebagai paradigma alternatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan berbasis humanisasi dan profetik dapat membentuk individu yang cerdas secara intelektual dan sekaligus berkarakter, empatik, toleran, serta bertanggung jawab. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, khususnya di era Society 5.0. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai humanisasi dan profetik, pendidikan ini berpotensi besar mengatasi krisis dehumanisasi dalam sistem pendidikan konvensional, sehingga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.
Copyrights © 2025