Fondasi adalah bagian krusial pada struktur bangunan yang berperan dalam menopang beban sendiri maupun beban yang bekerja di atasnya, khususnya pada jembatan. Pembangunan P14 Jembatan Kedondong pada proyek Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) Seksi 5B dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor. Dalam pelaksanaan pengeboran di titik 5, terdapat bebatuan pada kedalaman 10 m dengan kondisi tanah lunak yang menyebabkan proses pengeboran tidak dapat dilanjutkan sampai kedalaman rencana. Adanya batuan di atas tanah lunak berpotensi menyebabkan keruntuhan jika diberi beban berlebih, sehingga diperlukan penambahan tiang bor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali perubahan dalam kapasitas dukung fondasi tiang bor, besar penurunan, dan penambahan biaya yang terjadi akibat adanya penambahan tiang bor dengan pembebanannya dilakukan dengan bantuan SAP2000. Semula terdapat 27 tiang berdiameter 1,2 m dan kedalaman 32 m, kemudian meningkat menjadi 28 tiang. Dalam metode Reese & Wright, diperoleh kapasitas dukung aksial tunggal sebesar 15840,309 ton, sementara sebelum penambahan tiang, kapasitas dukung aksial kelompok adalah 13970,006 ton, dan setelah penambahan tiang, kapasitasnya meningkat menjadi 14487,414 ton. Didapatkan daya dukung lateral tunggal (metode Broms) sebesar 320,961 ton, sedangkan daya dukung lateral kelompok sebelum penambahan tiang sebesar 6939,79 ton, dan setelah penambahan menjadi 7196,82 ton. Penurunan tiang tunggal sebesar 0,0173 cm, sedangkan penurunan sebelum penambahan kelompok tiang adalah 0,00249 cm, dan setelah penambahan menjadi 0,00259 cm. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa daya dukung fondasi tiang bor pada P14 Jembatan Kedondong, baik sebelum dan setelah penambahan tiang, mampu menopang beban sendiri dan beban yang ditempatkan di atasnya dengan tambahan biaya sebesar Rp 45.458.343,04.
Copyrights © 2025