Mi instan merupakan salah satu produk pangan yang populer dan banyak dikonsumsi masyarakat. Salah satu tahapan krusial dalam proses produksinya adalah pengendalian suhu, khususnya pada tahap pendinginan setelah penggorengan. Suhu ruang yang tinggi dapat memengaruhi efektivitas pendinginan, sehingga berdampak pada mutu dan umur simpan mi blok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara alur proses produksi dan suhu ruang terhadap suhu akhir mi blok di PT XYZ. Penelitian dilakukan selama satu bulan melalui observasi langsung di lapangan dan pengambilan data suhu ruang serta suhu mi blok pada empat titik waktu berbeda setiap hari. Hasil menunjukkan bahwa suhu mi blok setelah pendinginan seringkali melebihi standar maksimal perusahaan (33°C), terutama pada siang hari saat suhu ruang mencapai lebih dari 40°C. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya beban panas di area produksi dan kurang optimalnya sistem pendinginan, khususnya pada desain cerobong udara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu ruang yang tinggi dan sistem ventilasi yang tidak efisien berpengaruh signifikan terhadap suhu akhir mi blok. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi sistem pendinginan untuk menjaga mutu dan stabilitas produk.
Copyrights © 2025