Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan sangat erat kaitannya dengan obesitas sentral. Lingkar pinggang merupakan indikator antropometri sederhana namun efektif untuk mendeteksi obesitas sentral. Kolesterol LDL, dikenal sebagai “kolesterol jahat”, berperan penting dalam proses aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar kolesterol LDL pada masyarakat usia kerja di Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian terdiri dari 178 orang dewasa usia kerja di Jakarta Barat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran lingkar pinggang, dan pemeriksaan LDL menggunakan metode Point-of-Care Testing (POCT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Rerata usia responden adalah 45,11 ± 10,57 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (69,7%). Sebanyak 61,2% responden mengalami lingkar pinggang tinggi, dan 36% memiliki kadar LDL tinggi (≥130 mg/dL). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang dan kadar LDL (p > 0,05), namun peningkatan lingkar pinggang dan kadar LDL tinggi tetap menjadi indikator penting untuk dilakukan skrining rutin dan promosi gaya hidup sehat di kelompok usia kerja.
Copyrights © 2025