Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) adalah kondisi kerusakan ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih, sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Selain memperpanjang kelangsungan hidup, hemodialisis juga berdampak pada berbagai dimensi kualitas hidup pasien termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Secara teoritis, tingkat kepatuhan terhadap rejimen hemodialisis dapat memengaruhi kualitas hidup pasien PGTA. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara kepatuhan menjalani hemodialisis dan kualitas hidup pasien PGTA di RSUD Provinsi NTB. Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 70 responden dipilih melalui purposive sampling. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner ESRD-AQ, sementara kualitas hidup dinilai dengan KDQOL-SF. Analisis hubungan dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan kepatuhan tinggi cenderung melaporkan kualitas hidup yang baik, namun uji statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kepatuhan hemodialisis dan kualitas hidup pasien PGTA di RSUD Provinsi NTB (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas hidup pasien PGTA memerlukan pendekatan multidimensional yang mencakup faktor medis, dukungan keluarga, dan aspek psikososial.
Copyrights © 2025