Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri peserta didik pada pembelajaran inkuiri berbasis kontekstual dan pembelajaran saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis desain kuasi eksperimen menggunakan post-test only design. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan melalui tes penguasaan materi laju reaksi sebanyak delapan soal uraian sedangkan data efikasi diri diperoleh melalui angket yang terdiri dari 35 pernyataan. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan teknik MANOVA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelompok eksperimen lebih tinggi dengan rata-rata skor 75,42 daripada kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelompok kontrol dengan rata-rata skor 68,24. Hasil serupa terlihat pada efikasi diri peserta didik, dimana rata-rata skor kelompok eksperimen (142,75) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (124,79). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri peserta didik pada pembelajaran inkuiri berbasis kontekstual dan pembelajaran saintifik.
Copyrights © 2025