Pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif menuntut adanya akomodasi layak bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat berpartisipasi secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus terhadap seorang siswa tuna daksa ringan di kelas X-9 SMA Negeri 1 Samarinda. Hasil menunjukkan bahwa penyesuaian aksesibilitas ruang belajar dan pemberian waktu tambahan saat presentasi dapat meningkatkan kenyamanan serta keterlibatan aktif siswa. Selain itu, kepercayaan diri siswa juga berkembang karena merasakan dukungan dari lingkungan yang responsif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan akomodasi yang sesuai dalam mendukung pembelajaran yang setara.
Copyrights © 2025