Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah, meskipun manfaatnya sangat besar bagi tumbuh kembang bayi. Data Riskesdas menunjukkan bahwa hanya sekitar 52% bayi mendapatkan ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan. Banyak faktor yang dapat menjadi hambatan, termasuk pengetahuan, pekerjaan, sikap, dan dukungan suami. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, sikap dan dukungan suami dengan hambatan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 6-12 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Are tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sebanyak 86 responden, dengan Teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Sebagian besar ibu tidak memberikan ASI Eksklusif (65,1%). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif ( value = 0.061>0,05) dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahun ibu dengan pemberian ASI Eksklusif ( value = 0.010<0,05), ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan pemberian ASI Eksklusif ( value = 0.025<0,05), serta ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif ( value = 0.001<0,050). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan suami dengan hambatan pemberian ASI eksklusif, namun tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan hambatan tersebut. Disarankan agar intervensi edukasi menyusui juga menyasar suami dan keluarga sebagai pendukung utama dalam keberhasilan ASI eksklusif.
Copyrights © 2025