Penelitian ini mengkaji peran kualitas laba dalam mengungkapkan kesehatan finansial perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Masalah utama yang diangkat adalah ketidaksesuaian antara laba akuntansi yang tinggi dengan kondisi keuangan riil perusahaan, seperti arus kas operasional yang lemah dan leverage yang meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas laba terhadap kesehatan finansial perusahaan serta mendeskripsikan kondisi aktual sektor tersebut selama periode pascapandemi. Penelitian ini didasarkan pada Signalling Theory dan Agency Theory, yang menjelaskan bahwa kualitas laba dapat menjadi sinyal positif bagi investor dan mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik modal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif kausal dengan teknik purposive sampling terhadap perusahaan yang memenuhi kriteria selama lima tahun pengamatan. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan finansial, dengan nilai signifikansi 0,009 dan koefisien regresi sebesar 5,480. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 mengindikasikan bahwa kualitas laba menjelaskan 69,2% variasi kesehatan finansial. Pembahasan menguatkan bahwa kualitas laba yang tinggi mencerminkan transparansi, efisiensi manajerial, dan prospek usaha yang baik, sehingga menjadi indikator penting dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengambilan keputusan investasi dan pengawasan keuangan.
Copyrights © 2025