Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi belanja pemerintah provinsi di Indonesia berdasarkan indikator sosial-ekonomi menggunakan metode clustering. Efisiensi belanja diukur melalui hubungan antara besaran alokasi anggaran dengan capaian indikator seperti indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, pengeluaran per kapita, dan persentase penduduk miskin. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, secara khusus menerapkan algoritma K-Means Clustering dan analisis korelasi Pearson untuk mengelompokkan provinsi dan mengidentifikasi pola keterkaitan antara variabel input dan output. Penelitian ini mengolah data sekunder resmi tahun 2023 untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai karakteristik provinsi yang efisien maupun kurang efisien dalam memanfaatkan belanja publik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa provinsi dengan belanja rendah, jumlah penduduk kecil hingga sedang, dan tingkat pengangguran rendah mampu mempertahankan stabilitas sosial-ekonomi, sedangkan provinsi dengan belanja tinggi dan jumlah penduduk besar belum tentu menunjukkan perbaikan signifikan pada indikator kesejahteraan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian efektivitas penggunaan dana publik di tingkat daerah melalui pendekatan berbasis data. Sebagai rekomendasi kebijakan, disarankan agar pemerintah daerah dan pusat mengarahkan alokasi belanja secara lebih tepat sasaran pada sektor produktif, meningkatkan kualitas perencanaan, dan memperkuat program yang memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal.
Copyrights © 2025