Jerawat merupakan kondisi kulit akibat peradangan kronis pada saluran plisebaseus yang dipicu oleh produksi sebum berlebih dan pertumbuhan mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi stabilitas antimikroba krim antijerawat berbasis kombinasi Tea Tree Oil (Melaleuca alternifolia) dan Tamanu Oil (Calophyllum inophyllum). Formulasi dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi, yaitu Tea Tree Oil 1%, 3%, 5% serta Tamanu Oil 3%, 5%, 7%, kemudian diuji stabilitasnya pada suhu ruang dan suhu dingin selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim dengan kombinasi Tea Tree Oil 1% dan Tamanu Oil 3% (Krim B) memiliki stabilitas antimikroba yang baik di kedua kondisi penyimpanan, sementara krim dengan kombinasi Tea Tree Oil 5% dan Tamanu Oil 7% (Krim D) juga efektif, meskipun mengalami fluktuasi zona hambat. Penyimpanan pada suhu dingin membantu mempertahankan aktivitas antimikroba serta kestabilan formulasi. Dari segi stabilitas fisik dan organoleptik, semua formulasi menunjukkan perubahan pH yang minimal serta tetap stabil dalam bentuk dan warna, meskipun aroma minyak semakin menonjol pada konsentrasi yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, Krim B dipertimbangkan sebagai formulasi optimal karena memiliki keseimbangan terbaik antara efektivitas antimikroba, stabilitas pH, serta kestabilan fisik dan organoleptik.
Copyrights © 2025