Program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) merupakan instrumen kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan volatilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Penelitian ini menganalisis implementasi program OPADI yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat selama tahun 2024. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan Plt. Kabid Disperindag Provinsi Jawa Barat Erik Wahyu, analisis dokumen resmi, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program OPADI berhasil dilaksanakan di 27 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran Rp 15 miliar, menyediakan subsidi rata-rata Rp 45.700 per paket sembako. Program ini efektif dalam menekan inflasi Jawa Barat dari 3,48% (Maret 2024) menjadi 1,67% (November 2024). Namun, ditemukan tantangan signifikan dalam hal jangkauan distribusi, sistem penargetan sasaran yang belum optimal, dan keterbatasan frekuensi pelaksanaan. Penelitian merekomendasikan peningkatan alokasi anggaran, digitalisasi sistem distribusi, dan integrasi dengan database kesejahteraan sosial untuk meningkatkan efektivitas program di masa depan.
Copyrights © 2025