Artikel ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa rantau mengelola keuangan mereka di tengah perkembangan digital, yang berfokus pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga sering menghadapi tantangan finansial karena keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada kiriman dana dari orang tua. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap mahasiswa yang dipilih berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan studi. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun sebagian mahasiswa mulai memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi keuangan dan dompet digital, mayoritas masih menggunakan metode tradisional seperti menabung secara fisik dan pencatatan manual. Strategi yang digunakan meliputi pengelompokan anggaran untuk kebutuhan dan hiburan, pembatasan pengeluaran harian, serta penyisihan dana darurat dari uang saku. Kendala umum yang terjadi adalah kebiasaan konsumtif dan godaan belanja impulsif secara online. Artikel ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan penggunaan teknologi secara bijak untuk mendukung kemandirian ekonomi mahasiswa rantau. Artikel ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi keuangan berbasis digital.
Copyrights © 2025