Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, UMKM menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek kepemimpinan dan pengembangan budaya organisasi yang mendukung keberlanjutan usaha. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan kepemimpinan etis sebagai strategi transformasional. Kepemimpinan etis dianggap mampu membangun budaya organisasi positif, meningkatkan motivasi karyawan, serta loyalitas pelanggan sehingga mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan etis dalam meningkatkan daya saing UMKM konvensional dan syariah di Indonesia dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dari berbagai sumber akademik dan laporan resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM konvensional lebih menitikberatkan pada efisiensi dan profitabilitas, sedangkan UMKM syariah berlandaskan prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial sesuai nilai Islam. Kesimpulannya, kepemimpinan etis sebagai strategi transformasional dapat meningkatkan daya saing UMKM dengan menyesuaikan karakteristik dan nilai-nilai yang dianut oleh masing-masing jenis UMKM. Studi ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan UMKM di Indonesia.
Copyrights © 2025