Surakarta atau Solo, adalah kota di Jawa Tengah saksi sejarah panjang Indonesia sekaligus yang terus berkembang sebagai pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata unggulan. Seiring kemajuan infrastruktur, pemerintah kota berfokus pada peningkatan fasilitas umum, revitalisasi kawasan bersejarah, dan pengembangan destinasi wisata, termasuk melalui 17 Titik Prioritas Pembangunan yang mayoritas mencakup kawasan wisata. Walkability atau Kemudahan berjalan kaki dalam kawasan wisata memiliki peran penting, tidak hanya untuk memastikan kenyamanan para pejalan kaki di suatu area, tetapi juga untuk menghubungkan berbagai objek dan aktivitas yang terdapat di kawasan tersebut. Penelitian menganalisis walkability melalui perbandingan pedshed dari dua Titik Prioritas Pembangunan di Kota Surakarta, yaitu Kawasan Pura Mangkunegaran dan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Hasilnya menunjukkan pedshed ratio yang baik, dengan Kawasan Pura Mangkunegaran mencapai 0,76 dan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta mencapai 0,77. Ini mengindikasikan bahwa kawasan prioritas tersebut memiliki kualitas walkability yang tinggi, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai area klaster wisata yang ramah pejalan kaki. Tetapi perlu dilakukan peningkatan terutama pada akses menuju titik wisata potensial yang beberapa masih memiliki pedshed ratio ≤ 0.6. Sehingga potensi untuk menciptakan area klaster wisata yang ramah pejalan kaki akan semakin baik.
Copyrights © 2025