Ringkasan: Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita di negara berkembang. Puskesmas Ofa Padang Mahondang mencatat 397 kasus ISPA pada balita tahun 2023, menunjukkan ISPA masih menjadi masalah kesehatan masyarakat signifikan. Tujuan: Mengetahui pengaruh kondisi fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita. Metode: Penelitian case control melibatkan 180 balita (90 kasus, 90 kontrol) di Puskesmas Ofa Padang Mahondang, Juni-Desember 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner terstandar. Analisis bivariat menggunakan Chi-square, multivariat regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara ventilasi (p=0,033; OR=0,373), suhu-kelembapan (p=0,031; OR=0,364), kepadatan hunian (p=0,000; OR=0,222), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,000; OR=6,348), dan merokok dalam rumah (p=0,000; OR=4,042) dengan kejadian ISPA. Obat nyamuk bakar meningkatkan risiko 6,3 kali, merokok 4,0 kali. Simpulan: Kondisi fisik rumah tidak memenuhi standar dan perilaku keluarga tidak sehat, khususnya penggunaan obat nyamuk bakar dan merokok dalam rumah, secara signifikan meningkatkan risiko ISPA pada balita. Saran: Diperlukan intervensi keluarga untuk menurunkan kejadian ISPA.
Copyrights © 2025