Pendidikan sejarah berperan penting dalam membentuk kesadaran historis, identitas nasional, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih didominasi pendekatan tradisional yang menekankan hafalan, sehingga literasi sejarah belum optimal. Kondisi ini menegaskan perlunya penerapan pendekatan deep learning, yang tidak hanya berfokus pada penguasaan fakta, tetapi juga mendorong pemahaman mendalam, sehingga dapat memperkuat literasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah menekankan pemahaman mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan relevansi masa lalu dengan persoalan masa kini. Melalui pemanfaatan teknologi digital serta peran guru sebagai fasilitator, pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna, sehingga membuka ruang bagi penguatan literasi sejarah yang menuntut kemampuan kritis dalam mengelola dan menafsirkan sumber, bukan sekadar hafalan fakta. Oleh karena itu sangat diperlukan integrasi mindful, meaningful, dan joyful learning dalam kerangka deep learning sebagai solusi untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus membentuk peserta didik yang kritis, reflektif, dan memiliki kesadaran historis.
Copyrights © 2025