Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional, yang mengindikasikan rendahnya capaian dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat. Untuk mendorong peningkatan IPM, dibutuhkan berbagai faktor pendukung seperti pengeluaran pemerintah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berperan sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis bagaimana IPM Papua dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan, serta kontribusi PDRB dan UMK. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua dalam periode 2020 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel PDRB yang memiliki pengaruh signifikan terhadap IPM. Hal ini berarti pertumbuhan ekonomi yang tercermin melalui PDRB mampu memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua. Sementara itu, pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta UMK tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi efektivitas alokasi anggaran pemerintah dan kebijakan ketenagakerjaan agar benar-benar dapat mendorong pembangunan manusia di Papua secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025