Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan bimbingan teknik scaffolding terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa pada indikator mengamati dan mengelompokkan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab peningkatannya. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Jambi menggunakan metode campuran ( mix method ) dengan desain eksperimen semu ( quasi eksperimen ) tipe non-equivalent control group design . Sampel terdiri atas dua kelas XI: fase F1 sebagai kelas eksperimen dan fase F2 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data kuantitatif meliputi pretest , posttest , dan lembar observasi KPS, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi ( catatan lapangan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa pada materi larutan penyangga di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji statistik t-test independen dan dependen, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan teknik scaffolding cueing terhadap peningkatan KPS siswa, dan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan cueing yang terstruktur dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025