Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Scaffolding Teknik Cueing Terhadap KPS Siswa Pada Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Materi Larutan Penyangga Hafidzah, Nurul; Hasibuan, Muhammad Haris Effendi; Miharti, Isra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan bimbingan teknik scaffolding terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa pada indikator mengamati dan mengelompokkan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab peningkatannya. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Jambi menggunakan metode campuran ( mix method ) dengan desain eksperimen semu ( quasi eksperimen ) tipe non-equivalent control group design . Sampel terdiri atas dua kelas XI: fase F1 sebagai kelas eksperimen dan fase F2 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data kuantitatif meliputi pretest , posttest , dan lembar observasi KPS, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi ( catatan lapangan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa pada materi larutan penyangga di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji statistik t-test independen dan dependen, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan teknik scaffolding cueing terhadap peningkatan KPS siswa, dan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan cueing yang terstruktur dalam proses pembelajaran.
Formulation of Air Freshener Gel Combination of Mint Leaf Essential Oil (Mentha piperita L.) and Lemon (Citrus limon (L) Burm F.) Hafidzah, Nurul; Putri, Novita Eka Kartab; Almeida, Maria; Rusman, Arman; Herman, Herman
Journal of Pharmaceuticals and Natural Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): J. Pharm. Nat. Sci.
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/qds89550

Abstract

Air freshener gel is a semi-solid fragrance product that uses carrageenan and pectin as gel-forming components to overcome unpleasant odors when in a room with high temperatures. The purpose of this study was to determine the composition of carrageenan and pectin as gel-forming materials for air fresheners and the composition of the aroma comparison of mint oil (Mentha piperita L.) and lemon (Citrus limon (L) Burm F). The gel base was made with a ratio of carrageenan: pectin concentration of 1: 2; 1.8: 1.2; 2.5: 0.5 then the base was evaluated including organoleptic examination, stability test and gel hardness. The best base was then added with mint oil and lemon with a ratio of 1: 1.5; 1.25: 1.25; 1.5: 1 and the gel preparation was evaluated with organoleptic parameters, gel stability, gel hardness, liquid evaporation, fragrance resistance and hedonic test. The results of the study showed that the best base preparation after the evaluation of the base was a ratio of carrageenan: pectin concentration of 25: 0.5. Evaluation of the preparation with the addition of mint leaf oil (Mentha piperita L.) and lemon (Citrus limon (L) Burm F) to the base showed a value that was not too significant in the evaluation results. In the hedonic test, the formula with the addition of 2.5%: 2.5% mint leaf oil (Mentha piperita L.) and lemon (Citrus limon (L) Burm F) was the formula preferred by the panelists. So it can be concluded that the carrageenan and pectin combination room freshener gel with a concentration ratio of 2.5: 0.5% can be formulated as a base for room freshener gel preparations, namely producing a chewy and elastic gel base. The formulation of the most preferred combination of mint leaf essential oil and lemon oil as a gel fragrance is with a concentration of 2.5: 2.5%, because it produces a refreshing aroma
Inovasi promosi kesehatan melalui program BESTI MUDDA (bebas TB mulai dari desa) kusiyono, kusiyono; Junaidah, Diyah Siti; Sari, Erma Permata; Hafidzah, Nurul; Imaniah, Tita Nurvita
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/8716pf49

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Drajat Kota Cirebon. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai TB berkontribusi terhadap tingginya angka penularan dan rendahnya kepatuhan pengobatan. Kegiatan inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penderita TB, kader, dan keluarga melalui program Besti Mudda (Bebas TB Mulai Dari Desa).Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Pre-Eksperimental One Group Pre-Test Post-Test. Subjek penelitian berjumlah 34 responden yang terdiri dari 18 penderita TB dan 16 kader, dipilih dengan metode total sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan tentang pengertian, penyebaran, pengobatan, dan pencegahan TB, sedangkan media edukasi berupa presentasi dan banner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (60,6%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi baik (87,9%). Uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (<0,05).Kesimpulan: program inovasi ini efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB. Disarankan agar kegiatan edukasi TB dilakukan secara berkesinambungan dan diperluas ke wilayah lain untuk mendukung eliminasi TB.