Pendahuluan: Hipertensi termasuk sebuah penyakit kronis yang memerlukan penanganan konsisten dalam jangka waktu panjang karena mampu mengakibatkan masalah serius termasuk stroke, gagal jantung, serta gagal ginjal. Salah satu cata terbaik menangani hipertensi yaitu mematuhi petunjuk konsumsi obat antihipertensi. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti persepsi kesembuhan, efek samping obat, kejenuhan dalam terapi jangka panjang, serta kurangnya edukasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dan tekanan darah pasien hipertensi Klinik Sahabat Sehat Desa Blayu. Metode: yang digunakan yaitu kuantitatif non-eksperimental melalui pendekatan korelasional berdesain cross-sectional. Dimana diperoleh 30 sampel pasien hipertensi melalui teknik purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur dengan 2 instrumen yaitu metode Pill-count dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), sedangkan tekanan darah diukur 2X (hari ke-1 dan hari ke-7). Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil: ditemukan bahwasannya terdapat hubungan signifikan kepatuhan minum obat dan tekanan darah. Pada metode Pill-count, nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 dan koefisien korelasi 0,780 menunjukkan hubungan yang kuat. Pada metode MMAS-8, nilai signifikansi (2-tailed) 0,001 dan koefisien korelasi 0,569 menunjukkan hubungan sedang. Simpulan: ada hubungan signifikan diantara tingkat kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pasien hipertensi.
Copyrights © 2025