Pada tahun 2025 ditemukan enam kasus leptospirosis akibat banjir di Desa Kebonharjo, Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kasus leptospirosis berdasarkan variabel orang, waktu, dan tempat. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu 6 kasus yang diperiksa menggunakan tes RDT. Pemeriksaan sampel ginjal tikus dan air diuji menggunakan tes PCR oleh Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarnegara. Karakteristik kasus yaitu berjenis kelamin laki-laki (83,3%); berusia 46-56 tahun (66,6%); bergejala nyeri betis (100%) dan badan lemah (83,3%). Semua kasus leptospirosis ditemukan pada bulan Februari 2025. Wilayah dengan kasus terbanyak berada di RW 2 dan 3 (33,3%). Faktor yang ditemukan yaitu adanya tikus dan genangan air di rumah (100%); kondisi selokan yang buruk (66,7%), mengalami luka pada kulit (50,0%) dan melakukan kontak dengan tikus (33,3%). Hasil pemeriksaan 24 tikus ditemukan 16 (66,7%) Rattus tanezumi dan 7 (30,4%) ginjal tikus positif bakteri Leptospira spp. Kejadian leptospirosis ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang buruk akibat banjir dan tingginya kepadatan tikus, sehingga diperlukan untuk melakukan pengendalian tikus dengan memasang perangkap (traping).
Copyrights © 2025