Penelitian ini mengkaji peran media digital dalam mengatasi konflik masyarakat pada tambang di Kabupaten Bantaeng. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Lybrary Research). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan ilmu komunikasi, khususnya pada dimensi komunikasi partisipatif dan komunikasi konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memainkan peran signifikan dalam memperkuat suara masyarakat. Platform daring seperti media sosial dan petisi online menjadi sarana utama dalam menyampaikan aspirasi, mendokumentasikan pelanggaran, serta membangun solidaritas publik. Masyarakat kini dapat menyusun narasi tandingan terhadap klaim perusahaan atau pemerintah, dan secara aktif mengadvokasi perubahan melalui jaringan virtual yang luas.
Copyrights © 2025