Penelitian ini membahas peran pendidikan karakter di sekolah dasar dalam membina siswa yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang memanfaatkan sumber dari jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi broken home berdampak pada penurunan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan keterampilan sosial siswa. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan individual, pembiasaan perilaku positif, keteladanan, kolaborasi, dan tutor sebaya yang didukung oleh peran guru bimbingan dan konseling. Keberhasilan pembinaan membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, teman sebaya, dan komunitas agar tercipta lingkungan yang aman, suportif, dan inklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi terintegrasi dan berkelanjutan untuk membantu siswa broken home mengembangkan potensi diri dan karakter yang kuat
Copyrights © 2025