Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan sedotan warna-warni. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B di KB Yaminas Muhajir, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, dengan rentang usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan adalah model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan motorik halus anak dari pra-siklus ke siklus II. Pada pra-siklus, mayoritas anak masih memerlukan bimbingan (33.3%) atau mulai berkembang (46.7%). Setelah intervensi, pada siklus II, tidak ada lagi anak yang memerlukan bimbingan, dengan 60% anak mencapai kategori "Berkembang Sangat Baik" dan 40% "Mulai Berkembang". Peningkatan ini ditandai dengan kemampuan anak dalam memegang alat, memasukkan sedotan, kerapian hasil meronce, kemandirian, dan konsentrasi. Disimpulkan bahwa kegiatan meronce dengan sedotan warna-warni terbukti efektif dalam meningkatkan motorik halus anak dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang menyenangkan di lembaga PAUD.
Copyrights © 2025