Kemajuan teknologi dan merebaknya perkembangan globalisasi yang menghantar ke dalam dimensi kehidupan yang serba mudah adalah salah satu kemajuan positif yang dapat terlihat, namun dalam dimensi lain ada hal-hal negative yang timbul akibat perkembangan dunia yang pesat ini. Kekerasan dan pemberontakkan terjadi di mana-mana karena tuntutan hidup yang semakin beragam. Bentuk-bentuk kekerasan fisik, psikis, emosional, seksual sudah menjadi hal yang sering didengar dan terjadi dalam konteks hidup orang-orang belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguraikan falsafah orang manado dalam kaitannya dengan merosotnya kekerasan di mana-mana. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui studi teologis. Penelitian ini juga menggunakan sumber primer kajian pustaka seperti buku, jurnal dan sumber sekunder seperti Facebook, Youtube, Instagram dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini dapat menemukan eksistensi falsafah orang Manado lewat teologi kasih dalam konteks kekristenan di tengah-tengah gemparnya kekerasan dalam berbagai lini kehidupan, serta menawarkan bentuk refleksi praktis bagi masyarakat untuk membangun budaya damai dan mendorong penyelesaian konflik yang inklusif dan saling menghargai.
Copyrights © 2025