Dismenore adalah nyeri perut selama menstruasi yang disebabkan oleh kram otot rahim. Terapi kompres hangat dan gerakan cat stretch merupakan metode non-farmakologis yang mudah dilakukan dan tidak memiliki efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas kedua terapi tersebut dalam mengurangi nyeri dismenore pada mahasiswi. Penelitian eksperimental kuantitatif ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok, melibatkan 46 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengalami dismenore dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Rata-rata intensitas nyeri sebelum terapi kompres hangat adalah 5,3 ± 1,717 dan menurun menjadi 2,96 ± 1,461 setelah terapi, dengan penurunan sebesar 2,35 ± 1,369. Pada kelompok gerakan cat stretch, rata-rata intensitas nyeri sebelum terapi adalah 5,61 ± 1,588, menurun menjadi 2,13 ± 0,869, dengan penurunan sebesar 3,48 ± 1,275. Kedua terapi secara signifikan mengurangi intensitas nyeri (p < 0,001). Namun, gerakan cat stretch secara statistik lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore dibandingkan terapi kompres hangat (p = 0,005) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran FK UNIMUS.
Copyrights © 2025