Pemerintah Kabupaten Agam memiliki sebuah rumah susun khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, kualitas bangunan, prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), serta kondisi fisik rumah susun seringkali menjadi masalah. Tingkat kepuasan penghuni dapat menunjukkan kualitas pengelolaan rumah susun, terutama terkait sarana, prasarana, dan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan mencari tahu faktor-faktor yang kurang memuaskan penghuni terkait PSU dan pengelolaan rumah susun. Metode yang digunakan adalah observasi langsung kondisi PSU dan menyebar kuesioner kepada 57 penghuni. Data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), yang membandingkan tingkat kepentingan dan kepuasan dalam empat kuadran. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 12 faktor yang dinilai belum memuaskan oleh penghuni. Faktor-faktor tersebut meliputi air bersih, tempat sampah, parkir, pembuangan air limbah, penerangan listrik, internet/wi-fi, sistem proteksi kebakaran, pemeliharaan bangunan, kedisiplinan pengelola, kecukupan SDM pengelola, pelayanan penanganan keluhan, dan ketersediaan tata cara pengaduan. Untuk meningkatkan kinerja, disarankan untuk mengoptimalkan PSU, melakukan pemeliharaan, memperbaiki manajemen pengelolaan, dan menyediakan anggaran yang memadai.
Copyrights © 2026