Proyek adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sekali yang pada umumnya memiliki durasi yang perdek serta memiliki waktu awal dan akhir kegiatannya dengan rincian waktu yang jelas. Pada proses pembangunn bangunan diperlukan manajemen yang baik agar tidak terjadi masalah serta kerugian. Manajemen proyek adalah proses pengelolaan proyek yaitu melalui pengelolaan, penjadwalan sumberdaya di proyek untuk mencapaitarget dan pengalokasian. Pada manajemen proyek ada beberapa manajemen yang dibutuhkan salah satunya manajemen resiko. Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko yang tinggi akibat kompleksitas pekerjaan, ketidakpastian kondisi lapangan, serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis risiko utama dan mengevaluasi pelaksanaan manajemen risiko pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Lanjutan Aula dan Menara Masjid Agung Medan. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis risiko, dengan 5 risiko dominan yaitu: perbedaan kondisi tanah dasar, gangguan keamanan proyek, kekurangan tenaga kerja, tambahan lingkup kerja, dan perubahan konstruksi yang telah jadi. Rekomendasi penanganan utama termasuk pengujian kepadatan tanah dan penggunaan pondasi dalam untuk menyesuaikan kondisi tanah.
Copyrights © 2026