Penelitian ini mengkaji pengembangan kurikulum di pondok pesantren, berfokus pada kedudukan kitab kuning, klasifikasi berdasarkan tingkatan, serta integrasi kurikulum agama dan umum. Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, pesantren memiliki karakteristik unik dengan kitab kuning sebagai sumber utama pembelajaran. Kitab kuning tak hanya bahan ajar keagamaan, melainkan juga sarana penting dalam pembentukan karakter dan kedalaman intelektual santri. Terdapat empat pendekatan pengembangan kurikulum: akademis, humanistik, teknologi pendidikan, dan rekonstruksi sosial. Pendekatan-pendekatan ini krusial untuk menyesuaikan pendidikan pesantren dengan tantangan global, memastikan kurikulum relevan dan responsif. Integrasi kurikulum agama dan umum adalah solusi strategis untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mendalam ilmu agamanya, tetapi juga cakap dalam pengetahuan umum dan keterampilan sosial. Ini membekali santri dengan kompetensi ganda agar siap berkontribusi di berbagai bidang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa fleksibilitas dan keterbukaan pesantren terhadap integrasi kurikulum sangat penting untuk menjaga relevansi di era modern. Langkah proaktif ini menegaskan komitmen pesantren untuk berinovasi tanpa meninggalkan tradisi, memastikan lulusannya menjadi agen perubahan positif.
Copyrights © 2025