Tantangan yang dihadapi oleh petani jagung di Indonesia, khususnya di daerah miskin pedesaan, adalah ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pupuk kimia bersubsidi. salah satu solusi yang diperkenalkan melalui sistem penyuluhan pertanian adalah penggunaan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui keragaman adopsi pupuk organik oleh petani jagung, dan (2) mengetahui karakteristik demografi yang berkorelasi dengan keragaman tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Suwawa Selatan di Provinsi Gorontalo. Pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan jumlah responden 235 petani jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi pupuk organik petani jagung di Kecamatan Suwawa Selatan kurang maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari hanya 50% total keseluruhan lahan jagung di Kecamatan Suwawa Selatan yang menerapkan pupuk organik. Karakter sosial ekonomi petani memiliki korelasi yang baik dengan tingkat adopsi pupuk organik. Usia petani, pendidikan, pengalaman, luas lahan dan keaktifan kegiatan penyuluhan memiliki korelasi baik dan terbukti signifikan. Namun indikator tanggungan keluarga tidak memiliki korelasi dalam meningkatkan presentase diadopsinya pupuk organik.
Copyrights © 2025