Mazmur 42-43 merupakan bagian dari mazmur-mazmur ratapan. Didalamnya, terdapat pola yang khas berupa pertanyaan reflektif yang bernuansa soliloquy dimana permazmur bertanya kepada dirinya sendiri sebagai cara untuk menguatkan imannya. Penelitian ini bertujuan menelaah fungsi soliloquy dalam kedua Mazmur tersebut sebagai instrumen refleksi dalam proses berduka, serta mengkaji relevansinya bagi pelayanan pastoral masa kini. Untuk itu, dilakukan eksegesis untuk menganalisis strukur teks, konteks historis, gaya pertanyaan refleksi, dan studi kata-kata kunci. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa percakapan batin oleh pemazmur dengan dirinya ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan mengkonfrontasi perasaan tertekan yang memberikan kekuatan untuk kembali beriman. Ini diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan pastoral, khususnya sebagai alat dalam konseling jemaat.
Copyrights © 2025