Isu problematika kerusakan alam menjadi topik yang tidak pernah kadaluwarsa. Karya sastra sebagai media untuk menyebarluaskan nilai-nilai dan moral baik dalam kehidupan. Salah satunya naskah drama Mata Air Mata (MAM) karya Lab Teater Ciputat yang mengangkat isu lingkungan. Diseminasi pesan baik ini dapat dilakukan karena naskah MAM merupakan kumpulan ketidaksadaran kolektif yang perlu ditelusuri penanda dan petanda dari tokoh-tokoh yang dihadirkannya. Penelitian ini akan membahas ketidaksadaran kolektif berupa arketipe, semiotik arketipe, dan ideologi tokoh dalam perspektif ekokritik, dalam naskah drama MAM. Pembatasan masalah berfokus pada arketipe dominan tokoh di dalam naskah drama MAM yaitu tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pembahasan menggunakan teori ketidaksadaran kolektif Carl Gustav Jung dan semiotik Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan arketipe dominan dari tokoh Kabut Malam dan Kabut Pagi yaitu the cargiver menunjukkan ideologi antroposentrisme.Kata kunci: Ketidaksadaran Kolektif; Naskah Drama; Lab Teater Cputat
Copyrights © 2025