Penelitian ini menganalisis relasi kuasa dalam konten kuliner sensual di TikTok dengan pendekatan Michel Foucault. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana algoritma, kreator, dan audiens berkontribusi dalam produksi dan distribusi konten bernuansa sensual. Dalam ekonomi perhatian, konten semacam ini digunakan untuk meningkatkan interaksi, yang kemudian diperkuat oleh algoritma media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma TikTok berperan dalam menormalisasi konten sensual dengan memberi eksposur lebih luas pada konten yang mendapat keterlibatan tinggi. Kuasa tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif, mengarahkan preferensi pengguna tanpa mereka sadari. Kritik terhadap konten sensual justru meningkatkan engagement dan memperkuat tren tersebut.
Copyrights © 2025