Penelitian ini mendalami representasi gender dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar, fokus utamanya adalah ketidakadilan yang dialami tokoh perempuan serta strategi resistensi yang mereka terapkan. Sastra Sunda belum sepenuhnya mengungkap secara mendalam bagaimana gender direpresentasikan dalam karya ini, khususnya dalam konteks ketidakadilan dan upaya perlawanan perempuan. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana konstruksi gender dan dominasi patriarki mempengaruhi kehidupan perempuan di masyarakat Sunda, sebagaimana dikemukakan Maggie Humm (1990) bahwa patriarki lebih menindas perempuan. Metode kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk menganalisis teks novel PSL, menyoroti ketidakadilan dalam pernikahan, reproduksi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, tokoh perempuan dalam novel ini juga menunjukkan resistensi yang beragam, baik secara terbuka maupun terselubung. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa PSL mencerminkan kompleksitas kehidupan perempuan dalam masyarakat patriarki Sunda serta perjuangan mereka untuk mencapai keadilan. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi pentingnya studi gender dalam memahami dinamika sosial dan budaya di masyarakat Sunda serta kontribusinya terhadap teori sastra feminis.
Copyrights © 2025