Perkembangan pesat dalam teknologi informasi dan komunikasi mengharuskan setiap individu, termasuk santri, untuk memiliki keterampilan literasi digital yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi pendidikan literasi digital bagi santri di tengah transformasi teknologi, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang muncul dalam penerapannya di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di Pondok Pesantren Imam Syafi’i Brebes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi digital telah mulai dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan internet yang aman, pembuatan konten dakwah secara digital, serta bimbingan mengenai etika dalam bermedia sosial. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya tenaga pengajar yang terlatih, dan adanya resistensi dari sebagian pihak terhadap penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari kebijakan pesantren, peningkatan kapasitas pendidik, serta kerja sama dengan pihak luar untuk mengoptimalkan keterampilan literasi digital santri. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengelola pesantren dalam merancang program literasi digital yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Copyrights © 2025