Trend marriage is scary sempat menjadi trending topi di media social dengan berkembang menjadi tagar dan mengajak remaja untuk mengikuti trend takut terhadap pernikahan dan menghindari pernikahan. Hal ini dirasa cukup serius untuk ditanggapi pasalnya bersamaan dengan menurunnya jumlah angka pernikahan di usia muda di Indonesia berdasarkan data Kemeterian Agama dan Badan Pusat Statistik. Trend ini kemudian menjadi pertanyaan besar terhadap pembentukan persepsi dan sikap publik. Dilandasi pada teori Disonansi Kognitif, penelitian ini berupaya untuk mengetahui penerimaan maupun penolakan khalayk terhadap trend ini. Pendekatan yang digunakan dalam metode Kuantitatif disini menggunakan survei dengan jenis studi Eksplanatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dan Analisa yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa responden mayoritas tidak menyetujui atau bahkan menolak adanya Marriage is scary dan stigma yang tertanam didalamnya. Hal ini dinilai adanya pertentangan terhadap agama dan budaya di Indonesia Selain itu media social turut berperan dalam mempengaruhi persepsi dan sikap publik melalui muatan informasi didalamnya.
Copyrights © 2025