Bahasa tidak hanya dipahami sebagai sistem simbol semata, melainkan sebagai alat komunikasi yang mengandung maksud, tujuan, dan efek tertentu terhadap mitra tutur. Dalam kajian linguistik, pragmatik menjadi cabang ilmu yang mengkaji makna bahasa berdasarkan konteks pemakaiannya. Dalam kajian Al-Qur’an, pendekatan pragmatik menjadi semakin relevan, mengingat Al-Qur’an bukan hanya teks religius, tetapi juga komunikasi Ilahiah yang sarat dengan makna kontekstual. Ayat-ayat Al-Qur’an sering kali tidak dapat dipahami secara literal tanpa memperhatikan asbab al-nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) dan konteks sosial-historis yang melingkupinya. Penelitian ini akan membahas tentang pendekatan pragmatik yang dalam hal ini adalah teks konteks dan koteks dalam surat ar-rahman ayat 1-4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena berusaha memahami fenomena makna dalam teks suci secara mendalam, bukan dalam bentuk angka atau statistik. Pendekatan ini sangat cocok untuk mengungkap makna implisit yang tersembunyi dalam struktur dan konteks kebahasaan. Dan penulis mendapati jika ini dikaitkan dengan dunia pendidikan, pemilihan kata atau lafal ar-rahman mengisyaratkan bahwa sebagai seorang pengajar hal yang pertama harus dimiliki adalah sifat ar-rahman, sifat kasih sayang, sebab dalam konteks Allah mengajar di surat tersebut, Allah tidak menggunakan al-‘aliim
Copyrights © 2025