Penelitian ini menganalisis model komunikasi sains yang diterapkan oleh Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) dalam pelatihan Ilmu Falak di Vihara Vimalakirti, Medan. Kegiatan ini melibatkan anak-anak usia TK dan SD dari komunitas Buddhis beserta orang tua mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara semi-terstruktur, penelitian ini mengidentifikasi penerapan empat model komunikasi sains: defisit, dialog, partisipatif, dan kontekstual. Model defisit berfungsi sebagai fondasi pengetahuan awal, sedangkan model dialog dan partisipatif mendorong keterlibatan peserta melalui diskusi dan eksperimen seperti peluncuran roket air dan pengamatan Matahari. Model kontekstual tampak dari penyesuaian kegiatan terhadap budaya dan agama peserta serta kerja sama lintas institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi sains yang inklusif dan berbasis nilai toleransi efektif dalam meningkatkan literasi sains dan membangun ruang dialog antaragama. Studi ini menawarkan model edukasi sains transformatif bagi masyarakat majemuk.
Copyrights © 2025