Desa Santiwit di Songkhla, Thailand Selatan, memiliki potensi ekonomi yang besar melalui produk tradisional bernama kue hulu, yang merupakan warisan nenek moyang. Namun, masyarakat desa menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan daya saing produk ini di pasar yang lebih luas, terutama dalam hal pengemasan dan pelabelan yang tidak memenuhi standar modern. Metode produksi tradisional sering kali menghasilkan produk yang kurang menarik di mata konsumen modern, sehingga minat terhadap kue hulu semakin menurun. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dimana data berupa deskripsi mengenai fenomena yang ada di sekitar. Untuk jenis penelitiannya peneliti menggunakan penelitian lapangan, dan observasi. program ini berhasil melestarikan budaya lokal, mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat, dan membuka peluang bagi kue hulu untuk bersaing di pasar lokal maupun internasional. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa kue hulu yang hampir punah dapat kembali populer berkat peningkatan branding dan pengemasan. Program ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi masyarakat Santiwit serta mengukuhkan kue hulu sebagai produk unggulan dengan potensi mendunia
Copyrights © 2024